KONSEP DAN FUNGSI MANAJEMEN PROYEK
Sasaran proyek dan tiga kendala (triple constraint)
Anggaran
Proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran. Untuk proyek besar (jangka waktu proyek bertahun-tahun) maka seringkali anggaran dipecah menjadi beberapa periode anggaran.
Jadwal
Proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan. Produk akhir harus diserahkan dengan tidak melewati batas waktu yang ditentukan.
Mutu
Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan.
Ketiga hal di atas saling tarik menarik. Jika ingin meningkatkan mutu produk yang telah disepakati maka umumnya berakibat pada naiknya biaya. Sebaliknya bila ingin menekan biaya, maka biasanya harus berkompromi dengan mutu dan jadwal.nnDari segi teknis, ukuran keberhasilan proyek biasanya dikaitkan dengan sejauh mana ketiga sasaran proyek tersebut dapat dipenuhi.
Kegiatan Proyek vs Operasional
Proyek
-Bercorak dinamis, nonrutin.
-Siklus proyek relatif pendek.
-Intensitas kegiatan berubah-ubah selama siklus proyek.
-Kegiatan harus diselesaikan berdasarkan anggaran dan jadwal yang telah ditentukan.
-Terdiri atas bermacam-macam kegiatan yang memerlukan berbagai disiplin ilmu.
-Keperluan sumberdaya selama siklus proyek berubah, baik macam maupun volumenya.
Operasional
-Berulang-ulang, rutin.
-Berlangsung dalam jangka panjang.
-Intensitas kegiatan relatif sama.
-Batas anggaran dan jadwal tidak setajam proyek.
-Macam kegiatan tidak terlalu banyak.
-Keperluan sumberdaya untuk operasional relatif konstan.
Ukuran proyek
Belum ada kriteria untuk menentukan besar kecilnya proyek secara kuantitatif, hal ini dikarenakan banyaknya jenis proyek (contoh proyek bendungan perumahan pengembangan).
Kompleksitas proyek
Bergantung pada:
-Jumlah jenis kegiatan dalam proyek.
-Jenis dan jumlah hubungan antar kelompok dalam proyek.
-Jenis dan jumlah hubungan antar kegiatan (kelompok) dalam proyek dengan pihak luar.
Timbulnya suatu proyek
Rencana pemerintah
misalnya proyek pembangunan jalan
Permintaan pasar
misalnya terjadi kenaikan permintaan suatu produk dalam jumlah besar, maka perlu dibangun sarana produksi baru.
Dari dalam perusahaan yang bersangkutan
misalnya suatu perusahaan akan memperbarui (modernisasi) perangkat, sistem kerja, atau sistem informasi yang lama agar lebih mampu bersaing.
Dari kegiatan penelitian dan pengembangan
dari kegiatan penelitian dan pengembangan diperkirakan dapat dihasilkan produk baru yang banyak manfaat dan peminatnya, sehingga dibangun fasilitas produksinya.
Tahap Siklus Proyek
Tahap konseptual
Tahap Perencanaan dan Pengembangan (PP/Definisi)
Tahap implementasi
Tahap terminasi
Ad.1. Tahap Konseptual
Terdiri atas kegiatan penyusunan dan perumusan gagasan, analisis pendahuluan, dan pengkajian kelayakan. Seringkali disebut dengan studi kelayakan proyek.
Hasilnya: dokumen hasil studi kelayakan
Ad.2. Tahap PP/Definisi
Melanjutkan evaluasi tahap konseptual secara lebih terinci sehingga dapat digunakan untuk mengambil keputusan mengenai kelangsungan investasi atau proyek.
Menyiapkan perangkat, seperti data, kriteria dan spesifikasi teknik.
Menyusun perencanaan dan membuat keputusan strategis yang terkait garis penyelenggaraan proyek, seperti sasaran pokok dan pendanaan.
Memilih peserta proyek, yaitu pemilik proyek, kontraktor, konsultan, arsitek, dll.
Hasilnya:
-Dokumen analisis lanjutan kelayakan proyek.
-Dokumen rencana strategis dan operasional proyek.
-Dokumen definisi anggaran, jadwal induk, dan kriteria mutu proyek.
-Paket lelang dan dokumen hasil evaluasi proposal para peserta paket lelang.
Ad.4. Tahap Terminasi
Meliputi:
-Mempersiapkan instalasi atau produk beroperasi, seperti uji coba start up, dan perfomance test.
-Penyelesaian administrasi dan keuangan proyek seperti asuransi dan klaim.
-Seleksi dan kompilasi dokumen proyek untuk diserahkan kepada pemilik atau induk perusahaan.
-Melakukan demobilisasi dan reassignment personil.
-Menyusun laporan penutupan proyek.
Hasilnya:
-Produk atau instalasi proyek yang telah siap pakai.
-Ditandai dengan penyerahan sertifikat operational acceptance oleh pemilik proyek untuk organisasi pelaksana atau kontraktor.
-Dokumen pernyataan penyelesaian masalah asuransi, klaim, dan jaminan.
Ad.3. Tahap Implementasi
Berbeda-beda dari proyek yang satu dengan yang lain.
Meliputi:
-Mengkaji lingkup kerja proyek, membuat program implementasi dan mengkomunikasikannya kepada peserta dan penanggung jawab proyek.
-Melakukan pekerjaan desain-engineering terinci, pengadaan material dan peralatan, instalasi atau konstruksi.
-Melakukan perencanaan dan pengendalian aspek biaya, jadwal, dan mutu.
-Melakukan mobilisasi tenaga kerja, melatih dan melakukan supervisi.
Hasilnya:
-Produk atau instalasi proyek yang telah selesai secara mekanis.
-Ditandai dengan penyerahan sertifikat mechanical completion dari pemilik proyek kepada organisasi pelaksana atau kontraktor.
Perilaku Selama Siklus Proyek
Perubahan titik berat pengelolaan
Dengan bergerak majunya proyek, maka titik berat pengelolaan berubah dari perencanaan ke pengendalian.
Potensi pengendalian biaya
Pengendalian biaya adalah hal yang substansial di awal proyek, dan menurun pada tahap-tahap berikutnya.
Menurunnya resiko sejalan dengan kemajuan proyek.
Proyek mempunyai resiko gagal mencapai sasaran. Dengan kemajuan yang diperoleh sehubungan dengan tersedianya informasi yang cukup maka resiko kegagalan tersebut akan menurun.
Perubahan lingkup vs siklus proyek
Harus dihindari perubahan lingkup pada tahap implementasi karena akan memiliki dampak pada biaya dan jadwal.
Showing posts with label Manajemen Proyek. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Proyek. Show all posts
Thursday, October 23, 2014
Iktisar Materi Pertemuan Ke-2
Ikhtisar Materi Pertemuan Ke-2
PROFIL KEGIATAN PROYEK
Kegiatan Proyek
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa Kegiatan Proyek adalah Suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumberdaya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yg sasarannya telah digariskan dengan jelas.
TUGAS PROYEK
Membangun Pabrik
Membuat Produk Baru
Melakukan Penelitian dan Pengembangan.
CIRI POKOK PROYEK
Memiliki tujuan khusus, produk, (hasil kerja akhir).
Jumlah biaya, jadwal, kriteria mutu telah ditetapkan.
Sifat sementara, umur terbatas, titik awal dan akhir jelas.
Nonrutin, tidak berulang, jenis dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung
SASARAN & BATASAN PROYEK
Parameter penyelenggaraan proyek (Sasaran Proyek) dan sekaligus batasan proyek (Triple Constrain)
Anggaran yang dialokasikan.
Proyek harus diselenggarakan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran.
Jadwal (batas waktu yang ditentukan).
Proyek harus dikerjakan sesuai kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditetapkan.
Mutu harus dipenuhi
Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan.
MACAM-MACAM PROYEK
1. Proyek – Konstruksi.
Komponen kegiatan utama terdiri dari :
Pengkajian Kelayakan,
Design Engineering,
Pengadaan, dan
Konstruksi.
Contoh: Pembangunan Gedung, Jembatan
Pelabuhan, Jalan Raya,Fasilitas Industri, dll
2. Proyek Engineering – Manufaktur
(proses untuk menghasilkan produk baru)
Kegiatan utamanya antara lain:
Design Engineering,
Pengembangan Produk.
Pengadaan,
Manufaktur,
Perakitan (assembly), Uji coba fungsi dan operasi produk.
Contoh: Pembuatan Ketel Uap, Generator Listrik,
Mobil, Mesin Pabrik.
Proyek Penelitian dan Pengembangan
(Research & Development).
Research & Development (R & D) bertujuan melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka menghasilkan produk tertentu.
4. Proyek Pelayanan Manajemen.
Merancang Program Efisiensi dan Penghematan, Merancang SIM, dan Diversifikasi, Penggabungan dan Pengambilalihan.
(Proyek ini membuahkan Laporan Akhir bukan dalam bentuk fisik).
Proyek Kapital.
Meliputi pembebasan tanah,
penyiapan lahan,
pembelian material dan peralatan/mesin manufaktur, dan
konstruksi pembangunan fasilitas produksi.
PROSES MANUFAKTURING
PROSES MENGUBAH MATERIAL MENJADI PRODUK AKHIR YANG MEMILIKI NILAI TAMBAH DENGAN MEMANFAATKAN MANUSIA, MODAL, METODA KERJA, PERALATAN SECARA EFISIEN
1. MASS PRODUCTION
BERPRODUKSI SECARA BERKESINAMBUNGAN
JENIS PRODUKSI SEDIKIT (PRODUKSI STANDARD)
JENIS MESIN SPESIFIK
MESIN OTOMATIS, KEAHLIAN PEKERJA TIDAK PERLU TINGGI
RAMALAN PRODUKSINYA PASTI (VOLUME PRODUKSI BESAR)
2. JOB ORDER
BERPRODUKSI DALAM INTERVAL WAKTU TERPUTUS-PUTUS
PRODUKSI DIDASARKAN PADA ORDER
JENIS PRODUK TERGANTUNG PELANGGAN (SEHINGGA TIDAK STANDARD).
DIPERLUKAN KEAHLIAN PEKERJA
JENIS MESIN GENERAL PURPOSE
SULIT MEMBUAT PROCAST TARGET TAHUNAN
3. PROYECT
PRODUK UNIK (BIASANYA TUNGGAL)
DIPERLUKAN KEAHLIAN / SKILL PEKERJA YANG TINGGI
JENIS PEKERJAAN TIDAK RUTIN
BIAYA TINGGI, WAKTU TERBATAS
PERALATAN GENERAL PURPOSE
Kegiatan Proyek
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa Kegiatan Proyek adalah Suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumberdaya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yg sasarannya telah digariskan dengan jelas.
TUGAS PROYEK
Membangun Pabrik
Membuat Produk Baru
Melakukan Penelitian dan Pengembangan.
CIRI POKOK PROYEK
Memiliki tujuan khusus, produk, (hasil kerja akhir).
Jumlah biaya, jadwal, kriteria mutu telah ditetapkan.
Sifat sementara, umur terbatas, titik awal dan akhir jelas.
Nonrutin, tidak berulang, jenis dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung
SASARAN & BATASAN PROYEK
Parameter penyelenggaraan proyek (Sasaran Proyek) dan sekaligus batasan proyek (Triple Constrain)
Anggaran yang dialokasikan.
Proyek harus diselenggarakan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran.
Jadwal (batas waktu yang ditentukan).
Proyek harus dikerjakan sesuai kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditetapkan.
Mutu harus dipenuhi
Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan.
MACAM-MACAM PROYEK
1. Proyek – Konstruksi.
Komponen kegiatan utama terdiri dari :
Pengkajian Kelayakan,
Design Engineering,
Pengadaan, dan
Konstruksi.
Contoh: Pembangunan Gedung, Jembatan
Pelabuhan, Jalan Raya,Fasilitas Industri, dll
2. Proyek Engineering – Manufaktur
(proses untuk menghasilkan produk baru)
Kegiatan utamanya antara lain:
Design Engineering,
Pengembangan Produk.
Pengadaan,
Manufaktur,
Perakitan (assembly), Uji coba fungsi dan operasi produk.
Contoh: Pembuatan Ketel Uap, Generator Listrik,
Mobil, Mesin Pabrik.
Proyek Penelitian dan Pengembangan
(Research & Development).
Research & Development (R & D) bertujuan melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka menghasilkan produk tertentu.
4. Proyek Pelayanan Manajemen.
Merancang Program Efisiensi dan Penghematan, Merancang SIM, dan Diversifikasi, Penggabungan dan Pengambilalihan.
(Proyek ini membuahkan Laporan Akhir bukan dalam bentuk fisik).
Proyek Kapital.
Meliputi pembebasan tanah,
penyiapan lahan,
pembelian material dan peralatan/mesin manufaktur, dan
konstruksi pembangunan fasilitas produksi.
PROSES MANUFAKTURING
PROSES MENGUBAH MATERIAL MENJADI PRODUK AKHIR YANG MEMILIKI NILAI TAMBAH DENGAN MEMANFAATKAN MANUSIA, MODAL, METODA KERJA, PERALATAN SECARA EFISIEN
1. MASS PRODUCTION
BERPRODUKSI SECARA BERKESINAMBUNGAN
JENIS PRODUKSI SEDIKIT (PRODUKSI STANDARD)
JENIS MESIN SPESIFIK
MESIN OTOMATIS, KEAHLIAN PEKERJA TIDAK PERLU TINGGI
RAMALAN PRODUKSINYA PASTI (VOLUME PRODUKSI BESAR)
2. JOB ORDER
BERPRODUKSI DALAM INTERVAL WAKTU TERPUTUS-PUTUS
PRODUKSI DIDASARKAN PADA ORDER
JENIS PRODUK TERGANTUNG PELANGGAN (SEHINGGA TIDAK STANDARD).
DIPERLUKAN KEAHLIAN PEKERJA
JENIS MESIN GENERAL PURPOSE
SULIT MEMBUAT PROCAST TARGET TAHUNAN
3. PROYECT
PRODUK UNIK (BIASANYA TUNGGAL)
DIPERLUKAN KEAHLIAN / SKILL PEKERJA YANG TINGGI
JENIS PEKERJAAN TIDAK RUTIN
BIAYA TINGGI, WAKTU TERBATAS
PERALATAN GENERAL PURPOSE
Ikhtisar Materi Pertemuan Ke-2
PROFIL KEGIATAN PROYEK
Kegiatan Proyek
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa Kegiatan Proyek adalah Suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumberdaya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yg sasarannya telah digariskan dengan jelas.
TUGAS PROYEK
Membangun Pabrik
Membuat Produk Baru
Melakukan Penelitian dan Pengembangan.
CIRI POKOK PROYEK
Memiliki tujuan khusus, produk, (hasil kerja akhir).
Jumlah biaya, jadwal, kriteria mutu telah ditetapkan.
Sifat sementara, umur terbatas, titik awal dan akhir jelas.
Nonrutin, tidak berulang, jenis dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung
SASARAN & BATASAN PROYEK
Parameter penyelenggaraan proyek (Sasaran Proyek) dan sekaligus batasan proyek (Triple Constrain)
Anggaran yang dialokasikan.
Proyek harus diselenggarakan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran.
Jadwal (batas waktu yang ditentukan).
Proyek harus dikerjakan sesuai kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditetapkan.
Mutu harus dipenuhi
Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan.
MACAM-MACAM PROYEK
1. Proyek – Konstruksi.
Komponen kegiatan utama terdiri dari :
Pengkajian Kelayakan,
Design Engineering,
Pengadaan, dan
Konstruksi.
Contoh: Pembangunan Gedung, Jembatan
Pelabuhan, Jalan Raya,Fasilitas Industri, dll
2. Proyek Engineering – Manufaktur
(proses untuk menghasilkan produk baru)
Kegiatan utamanya antara lain:
Design Engineering,
Pengembangan Produk.
Pengadaan,
Manufaktur,
Perakitan (assembly), Uji coba fungsi dan operasi produk.
Contoh: Pembuatan Ketel Uap, Generator Listrik,
Mobil, Mesin Pabrik.
Proyek Penelitian dan Pengembangan
(Research & Development).
Research & Development (R & D) bertujuan melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka menghasilkan produk tertentu.
4. Proyek Pelayanan Manajemen.
Merancang Program Efisiensi dan Penghematan, Merancang SIM, dan Diversifikasi, Penggabungan dan Pengambilalihan.
(Proyek ini membuahkan Laporan Akhir bukan dalam bentuk fisik).
Proyek Kapital.
Meliputi pembebasan tanah,
penyiapan lahan,
pembelian material dan peralatan/mesin manufaktur, dan
konstruksi pembangunan fasilitas produksi.
PROSES MANUFAKTURING
PROSES MENGUBAH MATERIAL MENJADI PRODUK AKHIR YANG MEMILIKI NILAI TAMBAH DENGAN MEMANFAATKAN MANUSIA, MODAL, METODA KERJA, PERALATAN SECARA EFISIEN
1. MASS PRODUCTION
BERPRODUKSI SECARA BERKESINAMBUNGAN
JENIS PRODUKSI SEDIKIT (PRODUKSI STANDARD)
JENIS MESIN SPESIFIK
MESIN OTOMATIS, KEAHLIAN PEKERJA TIDAK PERLU TINGGI
RAMALAN PRODUKSINYA PASTI (VOLUME PRODUKSI BESAR)
2. JOB ORDER
BERPRODUKSI DALAM INTERVAL WAKTU TERPUTUS-PUTUS
PRODUKSI DIDASARKAN PADA ORDER
JENIS PRODUK TERGANTUNG PELANGGAN (SEHINGGA TIDAK STANDARD).
DIPERLUKAN KEAHLIAN PEKERJA
JENIS MESIN GENERAL PURPOSE
SULIT MEMBUAT PROCAST TARGET TAHUNAN
3. PROYECT
PRODUK UNIK (BIASANYA TUNGGAL)
DIPERLUKAN KEAHLIAN / SKILL PEKERJA YANG TINGGI
JENIS PEKERJAAN TIDAK RUTIN
BIAYA TINGGI, WAKTU TERBATAS
PERALATAN GENERAL PURPOSE
Kegiatan Proyek
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa Kegiatan Proyek adalah Suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumberdaya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yg sasarannya telah digariskan dengan jelas.
TUGAS PROYEK
Membangun Pabrik
Membuat Produk Baru
Melakukan Penelitian dan Pengembangan.
CIRI POKOK PROYEK
Memiliki tujuan khusus, produk, (hasil kerja akhir).
Jumlah biaya, jadwal, kriteria mutu telah ditetapkan.
Sifat sementara, umur terbatas, titik awal dan akhir jelas.
Nonrutin, tidak berulang, jenis dan intensitas kegiatan berubah sepanjang proyek berlangsung
SASARAN & BATASAN PROYEK
Parameter penyelenggaraan proyek (Sasaran Proyek) dan sekaligus batasan proyek (Triple Constrain)
Anggaran yang dialokasikan.
Proyek harus diselenggarakan dengan biaya yang tidak melebihi anggaran.
Jadwal (batas waktu yang ditentukan).
Proyek harus dikerjakan sesuai kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditetapkan.
Mutu harus dipenuhi
Produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang dipersyaratkan.
MACAM-MACAM PROYEK
1. Proyek – Konstruksi.
Komponen kegiatan utama terdiri dari :
Pengkajian Kelayakan,
Design Engineering,
Pengadaan, dan
Konstruksi.
Contoh: Pembangunan Gedung, Jembatan
Pelabuhan, Jalan Raya,Fasilitas Industri, dll
2. Proyek Engineering – Manufaktur
(proses untuk menghasilkan produk baru)
Kegiatan utamanya antara lain:
Design Engineering,
Pengembangan Produk.
Pengadaan,
Manufaktur,
Perakitan (assembly), Uji coba fungsi dan operasi produk.
Contoh: Pembuatan Ketel Uap, Generator Listrik,
Mobil, Mesin Pabrik.
Proyek Penelitian dan Pengembangan
(Research & Development).
Research & Development (R & D) bertujuan melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka menghasilkan produk tertentu.
4. Proyek Pelayanan Manajemen.
Merancang Program Efisiensi dan Penghematan, Merancang SIM, dan Diversifikasi, Penggabungan dan Pengambilalihan.
(Proyek ini membuahkan Laporan Akhir bukan dalam bentuk fisik).
Proyek Kapital.
Meliputi pembebasan tanah,
penyiapan lahan,
pembelian material dan peralatan/mesin manufaktur, dan
konstruksi pembangunan fasilitas produksi.
PROSES MANUFAKTURING
PROSES MENGUBAH MATERIAL MENJADI PRODUK AKHIR YANG MEMILIKI NILAI TAMBAH DENGAN MEMANFAATKAN MANUSIA, MODAL, METODA KERJA, PERALATAN SECARA EFISIEN
1. MASS PRODUCTION
BERPRODUKSI SECARA BERKESINAMBUNGAN
JENIS PRODUKSI SEDIKIT (PRODUKSI STANDARD)
JENIS MESIN SPESIFIK
MESIN OTOMATIS, KEAHLIAN PEKERJA TIDAK PERLU TINGGI
RAMALAN PRODUKSINYA PASTI (VOLUME PRODUKSI BESAR)
2. JOB ORDER
BERPRODUKSI DALAM INTERVAL WAKTU TERPUTUS-PUTUS
PRODUKSI DIDASARKAN PADA ORDER
JENIS PRODUK TERGANTUNG PELANGGAN (SEHINGGA TIDAK STANDARD).
DIPERLUKAN KEAHLIAN PEKERJA
JENIS MESIN GENERAL PURPOSE
SULIT MEMBUAT PROCAST TARGET TAHUNAN
3. PROYECT
PRODUK UNIK (BIASANYA TUNGGAL)
DIPERLUKAN KEAHLIAN / SKILL PEKERJA YANG TINGGI
JENIS PEKERJAAN TIDAK RUTIN
BIAYA TINGGI, WAKTU TERBATAS
PERALATAN GENERAL PURPOSE
Sunday, October 19, 2014
Dunia Proyek
Diterjemahkan oleh:
Sitnah A. Marasabessy
Beberapa dekade yang lalu ditandai dengan adanya perkembangan yang sangat cepat dalam penggunaan manajemen proyek sebagai alat yang dengannya sebuah organisasi akan dapat mencapai tujuannya. Pada masa lalu, kebanyakan proyek berada di luar dari sebuah organisasi - seperti membangun gedung baru, merancang kampanye iklan komersial, peluncuran roket - akan tetapi pertumbuhan dalam pemakaian proyek kemudian berubah menjadi bagian proyek internal dari sebuah organisasi yaitu seperti: pengembangan produk baru, pembukaan kantor cabang baru, perbaikan layanan bagi para konsumen. Semakin pesatnya perkembangan proyek-proyek eksternal, semakin sukses pula jalannya proyek-proyek internal yang bahkan perkembangannya lebih memuaskan sehingga organisasi tersebut secara substansial dapat meningkatkan kemampuannya untuk menjalankan aktifitasnya secara lebih efisien, efektif, atau lebih cepat. Hal ini berdampak pada terbentuknya sebuah lembaga bisnis yang memiliki kontribusi bagi masyarakat serta secara simultan akan dapat meningkatkan kekuatan atau kemampuan kompetitifnya. Manajemen Proyek membekali organisasi dengan perangkat yang sangat mendukung untuk meningkatkan kemampuan organisasi tersebut dalam merencanakan, menerapkan, dan mengendalikan berbagai aktifitas organisasi, demikian pula meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya.
Ada suatu pertanyaan yang sering ditanyakan, "Mengapa mereka tidak dapat menjalankan pemerintahan seperti saya menjalankan bisnis saya? Dalam kasus manajemen proyek, bisnis dan organisasi-organisasi lain belajar dari pemerintah. Manajemen Proyek muncul karena karakteristik dari masyarakat kontemporer kita yang menginginkan pengembangan berbagai metode manajemen adalah sebagai berikut:
1) Ekspansi dalam pengetahuan manusia
2) Pertumbuhan permintaan yang semakin kompleks terhadap barang dan jasa
3) Evolusi pasar dunia terhadap produksi dan konsumsi serta pelayanan
Ketiga hal ini menuntut penggunaan tim dalam memecahkan berbagai masalah yang biasanya hanya diselesaikan oleh satu orang. Ketiga hal tersebut semakin meningkatkan kompleksitas barang dan jasa yang diproduksi serta kompleksitas proses yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa tersebut. Semua hal yang disebutkan di atas membawa pada kebutuhan akan sistem yang lebih kompleks dan lengkap untuk mengendalikan hasil-hasil dan proses-proses.
Diterjemahkan dari:
Project Management, Jack R.Meredith dan Samuel.J.Mantel
Edisi ke-7
Sitnah A. Marasabessy
Beberapa dekade yang lalu ditandai dengan adanya perkembangan yang sangat cepat dalam penggunaan manajemen proyek sebagai alat yang dengannya sebuah organisasi akan dapat mencapai tujuannya. Pada masa lalu, kebanyakan proyek berada di luar dari sebuah organisasi - seperti membangun gedung baru, merancang kampanye iklan komersial, peluncuran roket - akan tetapi pertumbuhan dalam pemakaian proyek kemudian berubah menjadi bagian proyek internal dari sebuah organisasi yaitu seperti: pengembangan produk baru, pembukaan kantor cabang baru, perbaikan layanan bagi para konsumen. Semakin pesatnya perkembangan proyek-proyek eksternal, semakin sukses pula jalannya proyek-proyek internal yang bahkan perkembangannya lebih memuaskan sehingga organisasi tersebut secara substansial dapat meningkatkan kemampuannya untuk menjalankan aktifitasnya secara lebih efisien, efektif, atau lebih cepat. Hal ini berdampak pada terbentuknya sebuah lembaga bisnis yang memiliki kontribusi bagi masyarakat serta secara simultan akan dapat meningkatkan kekuatan atau kemampuan kompetitifnya. Manajemen Proyek membekali organisasi dengan perangkat yang sangat mendukung untuk meningkatkan kemampuan organisasi tersebut dalam merencanakan, menerapkan, dan mengendalikan berbagai aktifitas organisasi, demikian pula meningkatkan pemberdayaan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya.
Ada suatu pertanyaan yang sering ditanyakan, "Mengapa mereka tidak dapat menjalankan pemerintahan seperti saya menjalankan bisnis saya? Dalam kasus manajemen proyek, bisnis dan organisasi-organisasi lain belajar dari pemerintah. Manajemen Proyek muncul karena karakteristik dari masyarakat kontemporer kita yang menginginkan pengembangan berbagai metode manajemen adalah sebagai berikut:
1) Ekspansi dalam pengetahuan manusia
2) Pertumbuhan permintaan yang semakin kompleks terhadap barang dan jasa
3) Evolusi pasar dunia terhadap produksi dan konsumsi serta pelayanan
Ketiga hal ini menuntut penggunaan tim dalam memecahkan berbagai masalah yang biasanya hanya diselesaikan oleh satu orang. Ketiga hal tersebut semakin meningkatkan kompleksitas barang dan jasa yang diproduksi serta kompleksitas proses yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa tersebut. Semua hal yang disebutkan di atas membawa pada kebutuhan akan sistem yang lebih kompleks dan lengkap untuk mengendalikan hasil-hasil dan proses-proses.
Diterjemahkan dari:
Project Management, Jack R.Meredith dan Samuel.J.Mantel
Edisi ke-7
Saturday, October 11, 2014
Pendahuluan Manajemen Proyek
Oleh:
Sitnah Aisyah Marasabessy
PMI atau Project Management Institution mendefinisikan sebuah proyek sebagai "suatu pekerjaan yang bersifat sditabkara yang dilaksanakan untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang unik" (PIM, 2004)
Proyek dapat juga diartikan sebagai "setiap usaha yang direncanakan sebelumnya yang membutuhkan sejumlah pembiayaan selrta penggunaan masukan lain yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu".
Karakteristik Proyek
Terdapat beberapa karaktetistik dari proyek:
- kegiatan bersifat sementara
- diselesaikan berdasarkan anggaran yang telah ditentukan
- memiliki satu tujuan khusus dalam penyelesaiannya
- hanya dihasilkan oleh sistem yanng penerapannya tidak berulang
Macam-macam Proyek
1. Proyek enjinering-konstruksi
2. Proyek enjinering-manufaktur
3. Proyek penelitian dan pengembangan
4. Proyek pelayanan manajemen
5. Proyek kapital
Pengertian Manajemen Proyek
"Usaha merancang, mengkoordinasi serta mengawasi kegiatan dalam proyek sedemikian rupa sehingga sesuai jadwal waktu serta anggaran yang telah ditetapkan (Reksohadiprodjo, 1983)
Tugas:
1. Buat foto Anda (foto selfie atau foto bareng) dengan latar belakang proyek-proyek di Kota Ambon (5 macam proyek)
2. Tugas individu @ foto 2 macam proyek yang berbeda
3. Print di atas kertas foto ukuran 10 x 7 cm, di bawah setiap foto beri keterangan Nama Proyek, Lokasi, tgl pengambilan foto, oleh (namamahasiswa)
4. Kumpul pada 16 Oktober 2014 dalam bentuk cetak foto dan softcopy dalam satu folder
5. DON'T BE LATE
Sitnah Aisyah Marasabessy
PMI atau Project Management Institution mendefinisikan sebuah proyek sebagai "suatu pekerjaan yang bersifat sditabkara yang dilaksanakan untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang unik" (PIM, 2004)
Proyek dapat juga diartikan sebagai "setiap usaha yang direncanakan sebelumnya yang membutuhkan sejumlah pembiayaan selrta penggunaan masukan lain yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu".
Karakteristik Proyek
Terdapat beberapa karaktetistik dari proyek:
- kegiatan bersifat sementara
- diselesaikan berdasarkan anggaran yang telah ditentukan
- memiliki satu tujuan khusus dalam penyelesaiannya
- hanya dihasilkan oleh sistem yanng penerapannya tidak berulang
Macam-macam Proyek
1. Proyek enjinering-konstruksi
2. Proyek enjinering-manufaktur
3. Proyek penelitian dan pengembangan
4. Proyek pelayanan manajemen
5. Proyek kapital
Pengertian Manajemen Proyek
"Usaha merancang, mengkoordinasi serta mengawasi kegiatan dalam proyek sedemikian rupa sehingga sesuai jadwal waktu serta anggaran yang telah ditetapkan (Reksohadiprodjo, 1983)
Tugas:
1. Buat foto Anda (foto selfie atau foto bareng) dengan latar belakang proyek-proyek di Kota Ambon (5 macam proyek)
2. Tugas individu @ foto 2 macam proyek yang berbeda
3. Print di atas kertas foto ukuran 10 x 7 cm, di bawah setiap foto beri keterangan Nama Proyek, Lokasi, tgl pengambilan foto, oleh (namamahasiswa)
4. Kumpul pada 16 Oktober 2014 dalam bentuk cetak foto dan softcopy dalam satu folder
5. DON'T BE LATE
Subscribe to:
Posts (Atom)